| Orang suka punya cap tertentu atas diri kita. Kadang ada predikat sotoy, biang kerok, nerd, atau apalah! Gimana mengubah imej itu? Memang nggak gampang. Tapi kalo nggak dimulai, ya nggak ada kemajuan dong. SELF IMAGE IS.... Nah, kalo dijembrengin dalam bahasa Indonesia, self image tuh kira-kira meliputi: HUBUNGAN SELF IMAGE DENGAN SELF ESTEEM Tapi, antara self image dan self esteem tuh saling berhubungan. Yoi. Coba aja pikir, kalo kita aja udah ngerasa diri kita kacrut dalam berbagai hal, ya jelaslah penghargaan kita terhadap diri sendiri juga jadi rendah! SELF IMAGE YANG BURUK, AKIBATNYA BAKAL.... Kok bisa? Sebuah pepatah bijak bilang: gimana lo berpikir dan memandang diri lo, begitu pula yang akan orang pikirkan dan pandang tentang lo! Lagian, dengan self image yang buruk, kemampuan berkomunikasi otomatis jadi minus. Dengan kemampuan berkomunikasi yang minus, efeknya peluang orang-orang di sekitar salah persepsi terhadap diri kita juga makin besar. Soalnya, kemampuan berkomunikasi yang minus umumnya hanya akan mengekspos sisi-sisi negatif diri kita doang! Makanya, sebenarnya sisi petakilan kita cuma sedikit, eh, jadinya malah keliatan kayak trouble maker sejati. Sebenarnya kita berusaha nggak banyak omong untuk menjaga supaya nggak dicap sok pinter, eh, justru dianggap bego. Bahaya kan? GIMANA CARA MENG-IMPROVE SELF IMAGE?1.Bikin list apa aja yang lo suka dari diri lo. Meliputi segala hal ya? Penampilan, karakter/ kepribadian, juga skill.2.Change negative thoughts to positive ones! Caranya, fokus pada hal-hal positif yang lo miliki dan lupakan sejenak hal-hal negatif yang ada pada diri lo. Artinya, bukannya ngajarin lo untuk jadi belagu nggak juntrung. Tapi, karena selama ini imej yang melekat terlanjur imej yang buruk, kadang kita jadi berpikir bahwa emang begitulah diri kita. Dari orok udah nggak bener! Padahal kan nggak gitu juga....3.Inget-inget, compliment apa aja yang pernah lo terima dari orang lain ketika lo melihat/ menilai/ bertingkah laku positif/ baik. Ini berguna untuk menumbuhkan self support dalam rangka ngerubah imej yang kadung buruk.4.Berusaha menumbuhkan rasa percaya diri bahwa lo bisa menghapus imej buruk yang nempel pada diri lo, karena pada dasarnya lo emang nggak seburuk itu! Lakukan pembuktian-pembuktian bahwa lo emang oke. Contoh, misalnya selama ini terlanjur dianggap gaptek. Coba “dekati” beberapa perangkat tekhnologi yang ada, lalu bermain-main dengan “mereka”. Man, asal berani ngulik dikit, pasti jadi banyak ngerti kok.5.Tumbuhkan pula keyakinan kalo lo adalah sosok yang penting di muka bumi ini, dan hadapi dengan santai semua kritik, sindiran, tatapan sinis, bahkan tindakan sarkasme dari orang-orang di sekitar. Semua terjadi pasti karena ada sebabnya kan? Dan, imej yang buruk itulah biang keladinya! But, seperti yang udah dibilang di awal: lo adalah sosok yang penting di muka bumi ini. So, seburuk apapun imej itu, lo nggak akan binasa hanya karena imej! Inget aja: semua orang pernah tuh mengalami fase poor self image. Kalo orang lain bisa berubah, lo juga pasti bisa berubah.6.Take on challenges positively and surprise yourself! Yap, biasanya kalo udah kadung punya imej buruk bawaannya jadi pesimis duluan. Nggak berani nyoba sesuatu yang bertentangan dengan imej itu! Takut dikira.... Takut dianggap.... Hah! Kenapa musti nggak berani? Ayo coba dan buktikan bahwa lo nggak seperti yang orang-orang bilang!7.Mendekatlah dengan orang-orang yang terkenal punya self image yang bagus. Yang disalutin banyak orang, yang dikagumi banyak orang.... Ini penting! Karena dari mereka, lo akan banyak mendapat inspirasi buat berubah lebih baik.8.Share your progress toward a better self image with family and friends! Yoi. Selain butuh self support, setiap orang juga butuh support dari lingkungan. Nah, dari sekian luasnya lingkungan kita, keluarga dan teman-teman dekat adalah lingkungan yang paling besar sumbangsihnya dalam membuat kita jadi lebih baik. Makanya, nggak perlu malu untuk mengaku bahwa kita ingin berubah kepada mereka. Dan, jangan pernah lupa memperlihatkan setiap perubahan positif yang berhasil kita capai kepada mereka. Dari mulut mereka lah nantinya kabar tentang perubahan imej kita akan tersebar luas, hingga kita (mudah-mudahan) nggak lagi harus menyandang imej buruk. |
Selasa, 17 Februari 2009
THE BUTTERFLY EFFECT
Minggu, 11 Januari 2009
Self Image
INDIGO
| Sixth sense = indera keenam. Indigo child = anak-anak yang punya indera keenam. Berarti, orang punya sixth sense itu indigo child? Lo termasuk? Logikanya sih gitu. Tapi, ternyata nggak lho! Orang yang punya sixth sense, belum tentu indigo child. Sementara indigo child, udah pasti punya sixth sense. SIXTH SENSE Oleh orang India, mata ketiga yang disebut dengan cakra ajna (cakra = sumber energi dalam tubuh manusia, sedangkan ajna = di tengah), dianggap sebagai indera yang spesial. Sebab, mata ketiga tersebut memungkinkan kita memiliki kemampuan-kemampuan lebih. Yaitu: 1. Telepathy (kemampuan membaca pikiran). KITA JUGA PUNYA INDERA KEENAM Lajut ngomongin soal indera keenam, pada dasarnya semua orang memiliki sixth sense kok. Cuma, ada yang udah terbuka, ada yang belum. Dan yang udah terbuka, ada yang udah terasah dengan tajam, ada yang belum. KELENJAR PITUITARI INDIGO CHILD Terus, kenapa nggak ditulis indigo aja, tanpa embel-embel child? Soalnya, mereka berbeda dengan pemilik sixth sense lain. Mereka tuh generasi baru, Bro. Baru bermunculan di milenium ketiga! Di milenium pertama dan milenium kedua para indigo child belum ada, meskipun orang-orang yang sixth sense-nya udah terbuka dan tajam bertebaran di mana-mana. Kemunculan para indigo child di milenium ketiga ini bukan tanpa alasan. Menurut cerita yang beredar, mereka membawa misi-misi tertentu. Dengan segenap kemampuan lebih yang diperoleh dari terbuka dan terasahnya sixth sense mereka sejak lahir, para indigo child diutus oleh Yang Maha Kuasa untuk membawa pencerahan di dunia yang makin hari makin ancur. Mereka diharapkan bisa mengembalikan kembali keseimbangan alam! EVOLUSI DNA DNA itu kan bertugas menyampaikan informasi genetik dalam sebuah sel. Umumnya, dalam susunan DNA manusia ada bagian-bagian yang disebut junk DNA. Pada seorang indigo child, bagian itu plus beberapa bagian lainnya yang belum teridentifikasi oleh para ilmuwan, memperlihatkan susunan yang lebih rapih dan lebih giat bekerja dibandingkan pada orang-orang yang bukan indigo child. Tapi, apakah evolusi DNA ini yang menyebabkan seseorang menjadi indigo child, sampe sekarang tetap belum bisa dipastikan. Dan, apakah evolusi DNA ini nge-link dengan hal-hal ajaib yang kerap ditunjukkan oleh para indigo child (seperti: memiliki otak superjenius, atau bisa sembuh total secara alamiah dari penyakit-penyakit yang belum ditemukan obatnya kayak HIV/AIDS), juga belum ketauan jelas! CIRI-CIRI INDIGO CHILD Cuma ada satu benang merah yang bisa ditarik: indigo child sering kali didiagnosis salah oleh orang-orang di sekitarnya! Mereka kerap dinilai sebagai anak-anak yang menderita gangguan psikologis. Contoh: gangguan konsentrasi, gangguan bipolar (sebentar seneng, sebentar sedih, dengan alesan yang nggak jelas), bahkan skizofrenia (gila) sekalian. Semua ini dipicu oleh pandangan mereka yang nggak cocok dengan orang kebanyakan. Misalnya aja, mereka nggak bisa mentolerir sikap otoriter. Soalnya bagi mereka, setiap manusia di muka bumi tuh ditugaskan untuk sama-sama mengelola dunia, bukan saling menekan. Yang lain, mereka juga nggak bisa nerima sistem-sistem yang terlalu berorientasi ritual dan nggak memakai kreativitas tertentu. Makanya ujung-ujungnya mereka suka memilih menarik diri dari lingkungan. |
UPP
Hari ini jadwal aku jaga di UPP, dari jam 08.00 - 12.00 WIB, waktu normalnya seh..tapi klo lgi ada klien bisa mpe sore...
Hari ini + skrg aku lagi jaga sendirian... temen2 yang lain, dina & any, lagi pada jaga/ngawas ujian akhir di kampus ku tercinta, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta..
Minggu, 12 Oktober 2008
Kreatifitas
Kreatifitas adalah jantung dari inovasi. Tanpa kreatifitas tidak akan
ada inovasi. Sebaliknya, semakin tinggi kreatifitas, jalan ke arah
inovasi semakin lebar pula. Sayangnya, banyak pendapat keliru tentang
kreatifitas. Misalnya, kreatifitas itu hanya dimiliki segelintir
orang berbakat. Lebih salah kaprah lagi, kreatifitas itu pembawaan
sejak lahir. John Kao, pengarang buku Jamming: The Art and Discipline
in Bussiness Creativity, (1996), membantah pendapat ini. "Kita semua
memiliki kemampuan kreatif yang mengagumkan. Dan benar kreatifitas
bisa diajarkan dan dipelajari," kata Kao.
Kreatifitas selalu dimiliki orang berkemampuan akademik dan
kecerdasan yang tinggi. Ini juga pendapat keliru. Berbagai penelitian
membuktikan, sekalipun kreatifitas bisa dirangsang dan ditingkatkan
dengan latihan, namun tidak berarti orang cerdas dan berkemampuan
akademik tinggi otomatis bisa kreatif. Lagi pula, untuk jadi kreatif
ternyata tidak cukup berbekal skill dan kemampuan kreatif belaka.
John G. Young, pengarang buku berjudul Will and Won't: Autonomy and
Creativity Blocks (2002), berkesimpulan bahwa kreatifitas juga
membutuhkan kemauan atau motivasi. Mengapa?
"Sebab memiliki ketrampilan, bakat, dan kemampuan kreatif tidak
otomatis membuat seseorang melakukan aktivitas yang menghasilkan
output kreatif. Ia bisa memilih tidak melakukan aktivitas kreatif.
Jadi faktor dorongan atau motivasi sangat penting di sini," tegas
Young.
Pendapat-pendapat di atas diperkuat oleh Madhukar Shukla, pengarang
buku The Creative Muse: Story of Creativity and Innovation. Ia
menyatakan, "Beda antara orang kreatif dan yang tidak hanyalah pada
kemampuan orang kreatif dalam menghalau aral (penghalang) kemampuan
kreatifitas."
Paparan-paparan para pakar di atas makin menegaskan bahwa semua orang
memiliki karunia yang menakjubkan dalam hal kreatifitas. Namun,
sekalipun semua orang berpotensi dan punya bakat kreatif, ada
penghalang tertentu yang menyebabkan adanya kecenderungan orang yang
satu bisa lebih kreatif daripada yang lain. Ini menghantarkan kita
pada pertanyaan; bagaimana cara menghilangkan aral atau penghalang-
penghalang kreatifitas tersebut? Tentu saja langkah awalnya adalah dengan mengenali anatomi aral kreatifitas. Ringkasnya, aral kreatifitas (creativity block) adalah
kondisi internal maupun eksternal (lingkungan) yang menghalangi
proses kreatif. Aral internal berasal dari dalam diri individu
sendiri dan bisa berbentuk pola pikir, paradigma, keyakinan,
ketakutan,motivasi,dankebiasaan.
Ada kalanya seseorang mempunyai bakat-bakat kreatif dan tertantang
untuk mengembangkannya. Sayang, lingkungan sekitar bukannya mendukung
dan mewadahi, namun malah menghalanginya. Kondisi lingkungan yang
menghambat kreatifitas dan ini bisa berupa aral sosial, organisasi,
kepemimpinan.
Dalam konteks kreatifitas, dikenal dua pola berpikir. Pertama adalah
pola pikir produktif yang artinya jika dihadapkan pada suatu masalah,
seseorang akan berusaha menemukan cara berpikir berbeda, cara pandang
baru (sekalipun tidak selalu orisinil), sikap dan perilaku berbeda,
merespon dengan cara-cara non konvensional, bahkan unik. Pola semacam
inilah yang membuka jalan dan selalu merangsang kreatifitas
seseorang.
Kedua, adalah pola pikir reproduktif yang artinya jika dihadapkan
pada masalah, seseorang akan cenderung merespon dengan cara yang
sama, mengulang pola pikir atau cara pemecahan lama yang sudah
terbukti berhasil. Itu sebabnya pola pikir reproduktif menjadi salah
satu penyebab utama kekakuan berpikir, dan dengan demikian menjadi
aral kreatifitas. Seringkali, pola pikir reproduktif berlangsung secara mekanikal atau
nyaris otomatis. Dan ini terkondisikan oleh hasil pendidikan model
skolastik atau lingkungan yang menuntut cara-cara berpikir praktis
dan sangat terstruktur. Tak beda jauh dengan aral pola pikir adalah aral paradigma. Sebagai cara mempersepsi, memahami, dan menafsirkan dunia sekelilingnya, atau
alat untuk melahirkan gambaran batin, paradigma seseorang sangat
mempengaruhi kreatifitas. Seorang dengan paradigma anti konflik
umumnya kurang menyukai perubahan, atau bahkan membenci perubahan
yang lebih dianggap sebagai ancaman terhadap kemapanan daripada
dipersepsi sebagai peluang perbaikan. Padahal, kreatifitas seringkali
merupakan aktivitas yang melampaui kemapanan. Kreatifitas dapat
terlahir atau terstimulasi melalui benturan, persinggungan,
percampuran, dan penyatuan berbagai unsur yang berbeda atau bahkan
salingbertentangan.
Aral keyakinan Turunan dari paradigma adalah keyakinan yang bisa menjadi pendorong atau justru menjadi faktor penghambat kreatifitas. Kreatifitas sering
memunculkan output baru yang berlawanan atau bahkan mengalahkan hal
lampau, mengalahkan senioritas, mengalahkan pengalaman, atau
mengalahkan hirarki. Dalam hal keyakinan yang dianut menabukan
inisiatif, mengharuskan penghormatan pada senioritas, hirarki, atau
pengalaman misalnya, maka manifestasi kreatifitas umumnya relatif
terhambat. Nah, sampai batas mana individu bisa mengelola aral ini,
sampai pada batas itulah ia bisa menyediakan ruang kreatifitas bagi
dirinyasendiri.
Aral ketakutan Barangkali aral kreatifitas yang paling mudah dikenali adalah rasa
takut. Aral ini bisa berupa takut diabaikan, takut dicemooh, takut
dievaluasi, takut dihakimi, takut dianggap bodoh, takut pada
ketidaksempurnaan, takut mencoba, takut ambil risiko, takut ide tidak
berjalan seperti yang diharapkan, takut gagal, dll. Salah satu sebab
mengapa banyak rapat-rapat kurang maksimal atau kurang kreatif adalah
karena masih kuatnya aral ketakutan yang membelenggu para pesertanya.
Pendek kata, kebanyakan rasa takut membuat seseorang cenderung enggan
mewujudkan potensi dan mengembangkan kreatifitasnya.
Aral motivasional Motif sangat mempengaruhi sikap, perilaku, keinginan, atau tindakan-
tindakan sengaja lainnya. Tanpa motivasi orang cenderung tidak
terdorong dan tidak tergerak untuk meraih sesuatu yang diinginkannya.
Padahal kreatifitas sering menuntut satu rangkaian persiapan,
pemikiran, pendefinisian persoalan, dan pemecahannya. Semuanya
membutuhkan --dalam derajat tertentu-- usaha dan kerja keras. Bila
motivasi rendah, orang cenderung kurang menyukai kerja keras, kurang
tekun, dan enggan memanfaatkan kemampuan kreatifnya untuk memecahkan
tantangan.
Aral kebiasaan Sebagai perpaduan antara pengetahuan, ketrampilan, dan keinginan, maka kebiasaan pun jelas berpengaruh pada kreatifitas. Orang-orang
kreatif umumnya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang menstimulasi
kreatifitas. Sementara orang-orang yang kurang kreatif juga memiliki
kebiasaan-kebiasaan tertentu, yang sayangnya bisa meredam
kreatifitas. Misalnya; suka menghindari masalah (bukannya mencari
solusi), malas berpikir, menghindari tantangan, menghindari tanggung
jawab, menghakimi ide-ide baru, berpuas diri, menghindari hal-hal
imajinatif, dll. Dihadapkan pada kebiasaan-kebiasaan maka tantangan
kreatifitas tidakada artinya.Aral sosial Kreatifitas kadang bukan semata aktivitas individualsehingga langsung atau tidak juga dipengaruhi aspek sosial. Situasi sosial
tertentu cukup apresiasif dan menghargai kreatifitas dengan layak
sehingga bisa lebih memotivasi indvidu-individu untuk produktif dan
kreatif. Sementara situasi sosial lainnya relatif kurang apresiasif
atau bahkan mengekang. Pendidikan tradisional misalnya, sering
dianggap sebagai salah satu produk sosial yang kurang memberi tempat
bagikreatifitas.Aral organisasi Kini organisasi bisnis menempatkan kreatifitas sebagai motor sekaligus bahan bakar inovasi. Sekalipun peran kreatifitas diakui
besar, namun banyak organisasi gagal menyediakan lingkungan atau
iklim yang kondusif bagi kreatifitas. Organisasi yang konservatif
biasanya kurang merangsang kreatifitas. Sebut pula batasan-batasan
seperti hirarki, aturan yang tidak fleksibel, ketiadaan wadah bagi
ekspresi kreatif, egoisme antar departemen, buruknya komunikasi, atau
situasi organisasi yang sangat terpolitisasi. Potensi kreatif
individu sering tidak maksimal dalam iklim seperti ini.
Aral kepemimpinan Dalam kehidupan sosial dan organisasional, faktor gaya kepemimpinan juga berpengaruh secara signifikan terhadap proses kreatifitas. Jika
pemimpin organisasi kurang memberi ruang kebebasan, kurang bisa
momotivasi, tidak mampu memberi tantangan, tidak mampu mengelola
hasrat kreatif, kurang memberi penghargaan, tidak memberi
kepercayaan, tidak mendukung, dan tidak mampu menciptakan lingkungan
yang kondusif, maka kreatifitas individu-individu dalam organisasi
jelas akan terhambat. Seberapa kreatif individu-individu dalam tim,
namun jika tidak didukung oleh kemampuan manajemen kreatif
pemimpinnya, hasilnya juga kurang menggembirakan.
Sumber: Mengenali Aral Kreatifitas oleh Edy Zaqeus
di publish oleh diri_kita pada 3/20/2005 08:47:00 PM
.:: Jadikan diri kita lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok diri kita harus lebih baik dari hari ini ::.
Kesimpulan
Ciri-ciri kemampuan berpikir kreatif :
1. Ketrampilan berpikr lancar
Definisi:
· Mencetuskan banyak gagasan ,jawaban, penyelesaian masalah dan pertanyaan.
· Memberikan banyak cara atau saran untuk melakukan berbagai hal. Selalu memikirkan lebih dari satu jawaban.
2. Ketrampilan berpikir luwes(fleksibel)
Definisi:
· Menghasilkan gagasan,pertanyaan atau jawaban yang berfariasi.
· Dapat melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda.
· Mencari banyak alternatif atau arah yang berbeda-beda.
· Mampu mengubah cara pendekatan atau cara pemikiran.
3. Ketrampilan berpikir rasional
Definisi:
· Mampu melahirkan ungkapan yang baru dan unik.
· Memikirkan cara yang tidak lazim untuk mengungkapkan diri.
· Mampu membuat kombinasi yang tidak lazim dari bagian-bagian atau unsur-unsur.
4. Ketrampilan memperinci atau mengelaborasi
· Mampu mempekaya dan mengembangkan suatu gagasan atau produk.
· Menambahkan atau memperinci detail-detail dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga lebih menarik.
5. Ketrampilan menilai (mengevaluasi)
Definisi:
· Mementukan patokan penilaian sendiri dan menentukan apakah suatu pertanyaan benar,suatu rencana itu sehat atau suatu tindakan bijaksana.
· Mampu mengambil keputusan terhadap situasi yang terbuka.
· Tidak hanya mencetuskan gagasan tetapi juga melaksanakannya.
- Rasa ingin tahu
Definisi:
· Selalu terdorong untuk mengetahui lebih banyak
· Mengajukan banyak pertanyaan
· Selalu memperhatikan orang,objek dan situasi
· Peka dalam pengamatan dan ingin mengetahui /meneliti.
- Bersifat imajinatif
Definisi :
· Mampu memperagakan atau membayangkan hal-hal yang belum pernah terjadi.
· Mengunakan khayalan.
· Tetepi mengetahui perbedaan antara khayalan dan kenyataan.
- Measa tertantang untuk kemajuan
Definisi:
· Terdorong untuk mengatasi masalah yang sulit.
· Merasa tertantang oleh situasai-situasi yang rumit.
· Lebih tertarik pada tugas-tugas yang sulit.
- Sifat berani mengambil resiko
Definisi:
· berani mmberikan jawaban meskipun belum tentu benar.
· Tidak takut gagal atau mendapat kritik.
· Tidak menjadi ragu-ragu karena ketidak jelasan, hal-hal yang tidak konfensional,atau kurang bersetruktur.
- Sifat menghargai
Definisi :
· Dapat menghargai bimbingan dan pengarahan dalam hidup.
· Menghargai pendapat sendiri yang sedang berkembang.
L O V E
Love is Patient
Love is Kind
Love is Not Jealous
Love is Not Brag
Love is Not Arrogant
Love Always Covers
Love always Perseveres
Love is Not Provoked
Love does not seek its own
Love does not act unbecomingly
Love is forgiving
Rabu, 23 April 2008
Penyakit Menular Seksual
PMS
WHAT
PMS singkatan dari Penyakit Menular Seksual, yaitu penyakit yang utamanya menular dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seks. Beberapa PMS juga ditularkan melalui darah, seperti yang ditularkan oleh HIV, virus Hepatitis B, dan virus penyebab sipilis. PMS dulu sering juga disebut penyakit kelamin. Penyebabnya bias virus, bakteri, jamur atau parasit yang berbeda-beda.
WHY
PMS alias penyakit menular seksual, utamanya ditularkan melalui hubungan seksual. Jadi, , gejalasiapapun yang melakukan hubungan seks, beresiko tertular PMS. Nggak peduli cowok, cewek, dari keluarga baik-baik atau bukan, kaya, miskin, pinter, bodo, dan seterusnya. Tapi, nggak ada’kan yang mau kena PMS? Padahal, tanpa kita sadari, bisa saja tau-tau kita tertular PMS.
Karena bibit penyakitnya, tidak semuanya hanya bias ditularkan lewat hubungan seks. Jadi, nggak mesti yang seksual aktif aja yang beresiko terkena bibit penyakit ini. Meskipun belum seksual aktif pun, nggak ada ruginya kita tau lebih banyak tentang PMS, supaya kita bias mencagah diri kita dari penularan PMS lewat cara-cara penularan selain kontak seksual misalnya lewat darah.
Buat teman-teman yang akan menjadi seksual aktif (ex: lewat pernikahan) informasi ini pun perlu juga supaya kalian bias sama-sama berkomitmen menjaga kesehatan.
WHERE
Kalo organ reproduksi cowok, biasanya gejalanya yang muncul di bagian dalam saluran kencing. Kalo sudah parah, bibit PMS juga dapat masuk ke saluran sperma sampai ke dalam testis (tempat dihasilkannya sperma). Sebagian PMS yang lain, muncul di luar penis maupun di sekitar alat kelamin.
Nah, kalo pada organ reproduksi cewek, gejala juga biasanya muncul di bagian dalam vagina atau mulut rahim. Kalo sudah parah, infeksi PMS bisa naik ke dalam rahim dan saluran telur. Sebagian gejala PMS akan muncul di luar vagina, yaitu di bibir vagina atau di sekitar luar alat kelamin. Selain di daerah organ reproduksi, gejala juga dapat muncul di daerah anus dan tenggorokan.
HOW
♀ Gejala PMS biasanya nggak terlihat. Hal ini disebabkan karena infeksi terjadi di bagian dalam vagina, sehingga sulit untuk dilihat sendiri.
Gejala yang muncul dpat dilihat antara 3 hari sampai 1 bulan setelah hubungan seks dengan orang yang terkena PMS. Gejala yang sering dijumpai adalah :
o Rasa sakit atau gatal di alat kelamin
o Cairan yang berbau atau berwarna (yang tidak biasa) keluar dari alat kelamin
o Benjolan, bintil-bintil atau luka di sekitar kemaluan
o Pembengkakan di pangkal paha
o Rasa sakit pada perut bagian bawah
♂ Gejala PMS biasanya dapat terlihat dengan mudah. Untuk PMS tertentu, gejala muncul antara 2-3 hari setelah berhubungan seks dengan orang yang terkena PMS.
Gejala yang sering dijumpai adalah :
o Rasa panas atau nyeri saat kencing
o Nanah (cairan tidak biasa) keluar dari alat kelamin
o Rasa sakit atau gatal di alat kelamin
o Benjolan, bintil-bintil atau luka di alat kelamin
o Pembengkakan di pangkal paha
PENCEGAHAN
· Tidak melakukan hubungan seks
· Melakukan hubungan seks hanya dengan 1 pasangan tetap yang tidak terinfeksi PMS sebelumnya
· Menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks
